K-POP: Demam yang tidak bisa disembuhkan




Selamat malam minggu kpopers Indonesia. Apa kabar? Udah lama memang gue gak post fanfction.
Kenapa? karena akhir-akhir ini gue sudah mengurangi aktifitas fangirl-ing. Mungkin juga karena sudah agak bosan. Paling yang gue ikutin cuma comeback artis-artis lama seperti Girls' Generation(SNSD), Super Junior, SISTAR, 2PM dan BIGBANG itupun karena di rumah berlangganan tv kabel yang ada saluran Korea nya M-Net Channel dan KBS.

Sedangkan artis-artis yang baru debut hanya sedikit yang gue tahu yang kebetulan pas  nyetel dua channel tersebut ada di acara musik.

Gue menyukai Kpop sejak tahun 2010. Waktu itu cuma tahu Super Junior, 2pm, Bigbang, Shinee dan Snsd. Setelah itu langsung jadi fans beratnya SNSD. Dari mulai download album mereka secara gratis di web k2nblog dan download video mereka di Youtube. 

Derajat fangirl gue mulai naik perlahan-lahan, dari fans yang biasa cuma menatap layar laptop jadi fans yang udah bisa lihat langsung. Pertama kali nonton konser Kpop pas SM Town world tour in Jakarta tahun 2012. Waktu itu acaranya di Gelora Bung Karno. Karena waktu itu gak punya duit dan cuma bisa minta orang tua akhirnya nonton lah di kelas yang paling murah, tribun da itu jauh banget jaraknya dari panggung. Tapi karena gue punya prinsip yang penting pernah nonton jadi yaudahlah gue jabanin aja ngantri, panas-panasan, dan tetap harus melihat artis kesukaan pake teropong.
Gak lama setelah SM Town tuh mulai deh artis Korea yang lain pada dateng ke Indonesia. Diakhir tahun 2012 ada BIGBANG, Wonder Girls sama 2PM sebagai konser penutup tahun. Sebelumnya diawal tahun udah ada Super Show 4, konsernya Super Junior. 

Karena waktu itu lumayan suka sama 2PM tapi gak bisa nonton maka pas ada Music Bank in Jakarta di awal 2013 gue bersama seorang teman nonton lagi tapi kali ini kelasnya yang festival lebih dekat sama panggung. Tiket Music Bank saat itu gak terlalu mahal. Untuk kelas festival sekitar 900rb jadi masih dibawah 1jt terjangkau lah buat fangirl di Indonesia. Kali ini perjuangan ngantri nya lebih gila lagi. Mungkin karena murah dan artisnya juga lumayan banyak jadi ada lebih banyak penonton. Rasanya tuh ngantri buat nonton Music Bank ini dua kali lebih capek dari pas nonton SM Town. Udah berdesak-desakan dan cewek-cewek ini kayak barbar, saling dorong, saling teriak. Seriusan kayak lagi mau perang gitu.






Waktu Snsd konser di Jakarta pada September 2013 gue akhirnya bisa melihat mereka secara langsung. Gak begitu susah sih perjuangan buat nonton saat itu walaupun akhirnya harus merelakan uang tabungan buat beli tiket yang hampir 2jt tapi waktu itu demi bias(sebutan untuk artis yang disukai) apapun kayaknya bakal gue lakukan (termasuk minjem duit temen kayaknya kalau kepepet)


Koleksi album pun akhirnya gak cuma yang bajakan atau download gratis, tapi udah punya album fisiknya. Album fisik Kpop itu lumayan mahal range harganya dari 150rb sampai bisa 1jt gila kan? iya gila, bayangin berapa keuntungan yang diperoleh agensi mereka dari jualan album. 

Menurut gue demam kpop ini atau yang biasa disebut halyu fever bertahan cukup lama di Indonesia. Buktinya sampai tahun 2015 ini masih ada artis Kpop yang konser di Indonesia, diakhir 2014 kemarin ada 2PM yang kembali konser kemudian ada Super Junior yang kembali dengan Super Show 6 pada awal 2015 dan baru saja di bulan Agustus kemarin BIGBANG menggelar konsernya di Jakarta, lalu pada bulan September nanti BTS akan mengadakan fan meeting di Jakarta. 
Ada perubahan harga yang drastis dari 2012 sampai 2015 ini. Sekarang harga tiket konser tidak ada yang di bawah 1jt bahkan untuk kelas terendah atau tribun. Apalagi untuk fan meeting. karena biasanya fan meeting lebih mahal dari konser. 

Wabah Kpop gak cuma menghampiri Indonesia, tapi hampir seluruh dunia. Sebut aja di Eropa sama Amerika sekarang udah banyak yang terjangkit virus Kpop. Udah banyak konser yang diadain di dua benua tersebut. Kalau di Asia sendiri wabah kpop udah menjalar kemana-mana, selain Indonesia, Jepang, China, Thailand, Singapore, kayaknya jadi negara wajib kunjungan artis kpop untuk konser atau fan meeting.

Kayaknya fans Kpop bukannya berkurang malah makin nambah. Mati satu tumbuh seribu, Misalnya aja gue yang sudah gak terlalu kecanduan sama Kpop, tapi justru teman gue yang dulu gak suka Kpop sekarang jadi suka dan malah lebih parah kecanduannya, sampai tahu artis-artis baru yang bahkan gue gak tahu. 
Halyu wave juga gak cuma di dunia hiburannya aja (Kdrama dan Kpop) aja tapi juga merambah ke makanan, gadget, fashion. Makanya disebut Halyu wave soalnya wabahnya emang kemana-mana.




Banyak fans yang suka ngeluh karena harga album fisik artis kesukaan mereka yang mahal atau harga tiket konser yang gak mampu mereka beli. Lebih parahnya suka ada fans yang berlebihan mencintai artisnya sampai-sampai pas tau artisnya lagi dating atau pacaran mereka mau bunuh diri, atau menyakiti diri sendiri kayak ngegores-gores tangan mereka buat nunjukin cinta mereka ke artisnya. 
Rasa suka sama artis itu udah berubah menjadi cinta platonis dan delusi para fans itu udah mengalahkan akal sehat mereka. 

Halyu wave yang udah mempengaruhi hidup banyak orang ini sebenarnya gak lain cuma soal bisnis atau jualan aja, Bukan cuma album atau tiket konser yang dijual, tapi juga... apa ya sulit dijelaskan sih. Perasaan yang membuat fans mencintai artis mereka sampai jadi fans yang LOYAL dan juga ROYAL. Banyak fans yang merasa artis mereka penting buat hidup mereka sampai bela-belain gak makan demi beli album kpop yang mahal. 
Menurut gue Halyu wave bisa mengalahkan Jpop, harajuku, dan anime. Walaupun sampai sekarang mereka masih eksis dan punya penggemar sendiri tapi kpop itu wabahnya gak cuma ke kalangan tertentu, tapi kesemua umur dan gender. 

Jadi siapa sang avatar yang bisa menyembuhkan demam Kpop ini dan membuat fangirl lupa sama biasnya?
Pertanyaan yang gak perlu dijawab sih karena gak ada juga jawabannya.

Sekian dulu cuap-cuap soal Kpop nya 
Sampai jumpa lagi
Annyeonghaseyo 



2PM @ Music Bank in Jakarta

SISTAR @ Music Bank In Jakarta

Comments