Review Film: My Stupid Boss (2016)

Siapa yang nggak tahu Upi sutradara cewek yang terkenal dengan film-filmnya seperti 30 Hari Mencari Cinta, Realita Cinta dan Rock n Roll. 

Upi menghadirkan film-film dengan warna yang berbeda, kesannya sederhana, tetapi dari segi cerita dan akting pemain sama sekali nggak main-main.

Kembali menyatukan Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari (Habibie&Ainun). Kali ini mereka berdua kembali lagi tapi bukan sebagai pasangan kekasih, malah lebih kayak Tom&Jery di film ini. My Stupid Boss menceritakan tentang Diana (Bunga Citra Lestari) yang harus berpindah-pindah tempat tinggal karena mengikuti pekerjaan suaminya Dika (Alex Abbad). Diana yang merasa bosan tinggal di rumah terus akhirnya memutuskan untuk bekerja di perusahaan milik teman lama suaminya ,Bossman (Reza Rahadian).

Sayangnya si Bossman ini rese nya minta ampun deh. Udah suka amnesia, tukang nyuruh nomor satu, udah gitu peliiiitnya kebangetan, dan dia itu nggak percaya sama siapapun. Dia berpikir kalau semua orang mau mengambil uang perusahaannya dia. 
Sebagai Kepala Kerani (sebutan untuk kepala administrasi di Malaysia) Diana selalu aja disalah-salahin sama si Bossman. Tapi, Diana jadi orang yang paling diandalkan sama teman-teman kerjanya yang lain, karena Diana yang paling berani buat ngelawan si Bossman. 

Apa yang saya suka dari film ini?

1. Akting Reza Rahadian kereeennn sekali! 
seperti biasa sih ya, akting aktor yang satu ini nggak perlu diragukan. Menjadi karakter yang menyebalkan juga sukses dibawakan oleh Reza. Saya susah banget buat nggak ketawa pas liat dia di film ini. Meskipun dia bukan pelawak tapi kekuatan dialog di film ini emang megang banget sih. 

2. Chemistry antara BCL dan Reza sebagai staf dan bosnya yang dapet banget
Chemistry antar pemain nggak harus terjadi dalam film cinta-cintaan aja. Ada perbedaan yang sangat jauh antara film ini dan film  Habibie dan Ainun. Mereka yang sebelumnya menjadi pasangan yang saling mengagumi di film ini jadi saling sebel, eh ralat cuma Diana aja yang sebel sama Bossman, kalo si Bossman mah butuh banget sama Diana. Tapi meskipun bukan sebagai pasangan yang cinta-cintaan keduanya punya tik-tok yang asik banget di film ini. 

3. Gambar yang enak dipandang
Saya suka banget sama desain rumahnya Diana dan Dika yang berwarna merah, hijau gitu, kelihatan kontras aja. Dan tanpa pewarnaan atau grading yang lebay, gambar film ini enak banget ditonton. 

4. Ceritanya sederhana tapi eksekusinya bagus banget
Nggak ada yang berlebihan di film ini, bahkan pas Diana sama karyawan yang lain joget-joget dengan lagu Cindai-Siti Nurhaliza, itu kelihatan wajar. Palingan yang agak aneh tuh pas tiba-tiba muncul babi hutan yang dimunculkan dengan menggunakan CG effect, tapi itu dimaafkan karena nggak begitu kelihatan.

Film ini mampu bersaing dengan hadirnya film Hollywood di Indonesia. Terbukti udah berapa minggu masih bertahan aja di bioskop sama kayak AADC2. Jadi, kayaknya penonton Indonesia mulai pinter dan suka nonton film Indonesia asalkan emang layak ditonton. 

Film ini saya beri nilai 8/10

Ya gitu aja deh review filmnya. Ngomong-ngomong udah memasuki bulan puasa nih, saya mau ngucapin selamat berpuasa buat teman-teman muslim ya.

Comments

  1. yeay!

    Mantabs reviewnya, untuk pemotongan paragraf dengan judul utamanya >> Apa yang saya suka dari film ini?

    selamat berpuasa :)

    ReplyDelete
  2. Reviewnya bagus. Sayang sekali saya first impression dari melihat posternya kurang baik jadi tidak sempat nonton. Recommended ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Filmnya bagus kok . Coba nonton deh, kayaknya saat ini dvdnya sudah keluar atau mungkin bisa streaming.

      Delete

Post a Comment