Review Film: Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016)


Tidak seperti film Harry Potter yang bernuansa gelap, spin off dari film tersebut mampu menyihir penonton meskipun dengan konsep yang lebih berwarna. 
Jika Death Eater, Dementor berkeliaran di Harry Potter maka di film ini kita tidak akan menemukan mereka. Sebagai gantinya kita akan ditunjukkan sosok Gellert Grindewald.

Film ini menceritakan Newt Scamander yang menulis buku Fantastic Beasts and Where to Find Them. Buku tersebut kemudian menjadi buku pelajaran di Hogwarts. Isi dari buku tersebut adalah menjelaskan tentang keberadaan hewan-hewan gaib.

Masa di dalam film ini adalah jauh sebelum kemunculan Voldy. Dan, kali ini tidak mengambil Inggris sebagai latar tempatnya melainkan Amerika. Sehingga perbedaan budaya penyihir juga ditunjukkan dalam film ini.

Sutradara David Yates yang sebelumnya sudah menyutradarai film-film Harry Potter;and the order of phoenix, and the half blood prince, and the deathly hallows 1&2 sepertinya tidak menemukan kesulitan mengarahkan film ini.

Film ini terasa ringan pada awalnya. Penonton yang tidak mengetahui jalan cerita disuguhkan dengan kelucuan  akting Eddie Redmayne.
Pertengahan film cerita mulai serius dan rasa mencekam dan gelap mulai terasa. 
Adegan 'pembantaian' dipersiapkan di akhir film sehingga di awal kita masih bisa menyimpan nafas untuk ditahan saat menegangkan nanti.

Saya sulit menemukan bloopers dalam film ini. Terlalu termanjakan dengan gambar atau dengan sihir Harry Potter mungkin. Sebagai penyuka film tersebut sepertinya membuat saya kehilangan idealis untuk menikmati film dengan gaya kritikus. 

Akting Eddie Redmayne dalam film Danish Girl sangat membekas untuk saya. Dalam film ini Redmayne dapat melepaskan karakter yang sebelumnya sudah dia bangun (Theory of Everything, Danish Girl) 
Menjadi sosok Scamander yang konyol dapat diperankan dengan baik oleh Redmayne. 
Eddie Redmayne memiliki tatapan mata yang khas dan itu selalu ditampilkan hampir pada film-filmnya yang pernah saya tonton.

Kalau Katherine Waterston berperan sebagai wanita menyebalkan di film Steve Jobs. Di sini ia juga berperan sebagai cewek yang menyebalkan. Tina Goldstein adalah mantan auror yang sedang mencari sebuah kasus untuk mengangkat lagi karirnya. 

Walaupun lovey-dovey-nya dengan Scamander tidak berakhir dengan ciuman romantis seperti Hermione mencium Ron setelah menusuk Basilisk tetapi romansa mereka bisa dibilang cukup untuk film ini. Terlebih adegan terakhir akan menarik penonton untuk menantikan film kedua-nya.

Akting Ezra Miller patut diacungi jempol. Berperan sebagai Credence Barebone anak yang aneh sangat cocok diperankan olehnya. 
Sebelumnya saya sudah menikmati akting Miller di film The Perks of Being Wallflower. Di film itu ia berperan sebagai remaja yang memiliki karakter rapuh namun kuat. Sepertinya hampir sama di film ini kerapuhan Credence dapat ia tampilkan dengan baik melalui kualitas aktingnya.

Hadirnya Johnny Depp sebagai Grindewald cukup mengejutkan karena keterlibatannya dalam film ini memang seperti dirahasiakan.
Sepertinya pada film selanjutnya yang akan banyak menceritakan sosok Grindewald dan persahabatannya dengan Dumbledore muda.
Kita nantikan saja film selanjutnya. Saya juga tidak sabar melihat sosok Dumbledore muda.

Jika Harry Potter berfokus pada pertarungan Harry Potter dan Voldy. Film spin-off ini lebih menceritakan tentang keadaan dunia sihir pada masa itu. 
Cerita, karakter, atau hal-hal yang diselipkan pada novel-novel Harry Potter banyak dijelaskan melalui film ini dan sepertinya pada film selanjutnya.

Sebagai film spin-off Fantastic Beasts and Where to Find Them dapat menarik hati penggemar Harry Potter. 
Sepertinya Newt Scamander akan memiliki fans sendiri. Karakter ini mungkin akan melekat pada Eddie Redmayne seperti Harry Potter yang melekat pada Daniel Radclife.

Film ini saya beri nilai 8/10

Comments

  1. Iyaa, banyak yang terkejut sama kehadiran Johnny Depp di film ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga kaget pas lihat dia soalnya nggak ada beritanya bakalan main di film ini

      Delete
  2. Aakk, suka resensinya...aku nunggu2 film keduanya nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaaw makasih mbak Nia, aku juga gak sabar nunggu film keduanya, kayaknya bakalan lebih seru

      Delete

Post a Comment